Orangtua yang Hebat adalah Kekasih yang Mesra

Yuk Share di Facebook

Berbicara tentang parenting, kita sering sekali lupa pada akar katanya, yaitu: parents. Sepasang laki-laki dan perempuan yang memutuskan untuk bersama dan memiliki keturunan.

Sering sekali waktu ‘bersama’ itu terlupakan semenjak tangisan anak pertama. Apalagi setelah anak kedua, wah.. hampir tidak pernah. Padahal, proses yang bermula dengan 2 orang ini..walau terseling oleh 1..bahkan 17 anak sekalipun, akan kembali berdua lagi.


Bila waktu ‘berdua’ tidak sering dipupuk dan disirami, ketika waktunya untuk kembali berdua saja, akan terasa seperti dua orang asing yang tidak saling nyaman antara satu dengan yang lainnya.

Kesibukan kita sehari-hari, ya ngurus anak, ya kerja di kantor, ya pekerjaan rumah tangga, mengkonsumsi sebagian besar tenaga dan waktu kita sampai-sampai hampir tidak ada waktu lagi untuk pasangan kita.. dari hari berganti bulan, bulan berganti tahun.
Kita sibuk jadi karyawan, jadi ibu, jadi ayah.. sampai lupa untuk menjadi kekasih dari pasangan kita. Ketika di awal pernikahan, banyak puisi, pegangan tangan, dan rangkaian bunga, skrg sdh lupa rasanya dicinta. Kita cuma sempat menjadi kekasih beberapa menit saja di balik pintu terkunci, sekali seminggu, sudah bagus.

Padahal setelah semuanya berakhir, (pekerjaan pensiun, kawan pergi, orangtua meninggal, dan anak menikah dan menjadi mandiri), pasangan kitalah yang Insyallah setia menemani sampai waktunya tiba untuk kembali.

Jadi.. sisihkan lah waktu anda untuk memainkan peran ‘kekasih’ ini, karena peran ini lebih penting dari yang kita sadari.

Pergi jalan-jalan berdua saja, nonton di bioskop kek, jogging bareng pagi2 kek, atau go the extra mile dan have a candle light dinner. gunakan ‘tanggal pernikahan’ sebagai patokan berkencan dengan istri. Titipkan anak-anak sekali-kali ke nenek dan kakek tidak membuat anda berdosa, dan nenek kakek pun insyallah tdk keberatan asal jangan terlalu lama.

Kalau tidak punya saudara yang tinggal dekat dan bisa dititipi, (biasanya mereka yang diluar negri yang sering mengeluhkan hal ini) janjian sama kawan karib dan bikin play date antar anak-anaknya, jadi kedua pasangan bisa saling bergantian untuk spend time berdua saja. Kalo itu nggak bisa juga, ya setelah anak-anak tidur, jangan langsung tidur juga, atau sibuk dengan masing-masing handphone dan gadgetnya.



Nonton bareng dengan mie instan hangat 2 porsi, makan sepiring berdua. Gak perlu sering-sering, cukup sebulan sekali saja. Kalau setiap hari, yang ada malah jumlah anak yang bertambah.

Intinya, cari cara lah. Anak muda yang otaknya blm bersambungan aja bisa cari cara pacaran diam-diam di belakang orang tua mereka, masa kita yang sudah tua, sudah dewasa, sudah halal, kalah?

Hal ini terkesan sederhana, dan sering sekali jadi prioritas ke dua puluh lima dari kesibukan yang ada, padahal efeknya jauh dan lama. Ketika pasangan kita happy, mereka akan bisa menjadi manusia, karyawan , anak , hamba dan ORANGTUA yang lbh happy juga. Kalo orgtuanya happy.. anak2 pun akan merasakannya.

Jadi ambil kalender, dan hubungi pasangan anda. Katakan bahwa anda merindukannya dan tentukan tanggal kencan bersama sekarang jg. Kemesraan pernikahan anda akan menjadi contoh bagi anak2 anda dalam pernikahan mereka kelak. Jadi.. jgn enggan berkencan ;)

(Tulisan ini menyebar di whatsapp, ditulis oleh Sarra Risman - Parenting with Elly Risman and family)

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post