Dituduh Penyihir, Anak-Anak Nigeria Dibuang, Bahkan Dibakar Hidup-Hidup

Yuk Share di Facebook

Itulah yang terjadi kepada Margareth Eyekang ketika anaknya Abigail yang berumur 8 tahun dtuduh sebagai ‘nabi’ atau orang suci, kerena putri kecil itu senang tidur di luar ketika malam dengan cuaca panas tiba. ia dianggap senang tidur di luar sehingga Abigail bisa terbang sesuka hatinya untuk berkumpul dengan para putri-putri suci. Eksorsisme yang rutin dilakukan Abigail menghabiskan gaji Margareth selama berbulanbulan, US$270. Biaya itu menjadikannya jatuh miskin.


Seorang anak berumur 9 tahun, berbalut selimut rumahsakit yang berlumuran darah, merangkak bersama para semut, memandang kosong ke arah tembok.

Pendeta keluarganya menuduh bahwa dirinya adalah seorang penyihir, ayahnya berusaha memaksanya menelan cairan asam sebagai eksorsisme (pengusiran setan) dari dalam dirinya, yang berusaha dilawan anak tersebut sehingga membakar wajah dan matanya. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, anak itu berbisik ‘Mount Zion Lighthouse.’ Nama gereja yang menuduhnya sebagai penyihir.

Sebulan kemudian, anak itu meningga dunia.

Nwanaokwo Edet adalah salah satu anak dari beberapa jumlah anak yang tertuduh sebagai penyihir yang terus menerus meningkat. Para pastor terlibat dalam 200 kasus ‘anak-anak penyihir’, dan 13 nama gereja masuk ke dalam kasus.

Beberapa gereja yang terlibat menyangkal dan mengkhianati jalan gereja yang sesungguhnya bertaraf internasional. Para jamaat mengambil secara harfiah apa yang disebut dalam Alkitab sebagai “Thou shalt not suffer a witch to live.”

Sungguh ironis ketika mereka melakukan segala kekejaman itu dengan mengatasnamakan ‘christianity’.
Menurut Martin Dawes, juru bicara UNICEF, kondisi keluarga yang lemah, miskin, dan kurangnya pendidikan lah yang kerap menjadi sasaran kasus seperti ini.

“ketika suatu komunitas atau kumpulan orang dalam masalah, mereka akan mengambinghitamkan yang lain” tuturnya juga, “Ada kepercayaan tradisional yang menganggap bahwa ada seseorang yang pasti menjadi penyebab atas suatu perubahan yang negatif atau buruk, dan mereka para anak-anak sangat tak berdaya”

Kasus tentang penduhan sebagai penyihir ini adalah hal baru. Namun jumlah kasus dan perkembangannya sudah sangat mencengangkan. Mereka yang mengkampanyekan perlawanan terhadap hal ini berkata bahwa ada kurang lebih 1,500 anak-anak yang telah tertuduh sebagai penyihir dari 2 negara bagian di Nigeria dari beberapa dekade lalu. Dari jumlah itu kurang lebih sudah ada 1000 yang dibunuh. Bahkan untuk sebulan kebelakang saja, sudah ada 3 anak yang dibunuh,dan 3 dibakar hidup-hidup.

Nigeria adalah salah satu negara utama dalam kasus ini, bahkan hampir satu-satunya.

Coretan-coreatan mengenai ke gerejaan banyak tersebar di setiap sudut Uyo, Ibukota negara bagian Akwa Ibom dimana Nwanaokwo tinggal, dan eket rumah bagi para ‘anak-anak penyihir’ yang terbuang. Jumlah gereja mengalahkan jumlah sekolah, klinik, dan bank yang disatukan. Mereka percaya, masalah material bisa diatasi dengan hanya melaksankan hal hal spiritual. 8 dari 10 orang di nigeria bertahan hidup dengan hanya 2$ per hari nya.

“Kemiskinan harus segara dimusnahkan”. Coret Bor 2 Rule Crusade di salah satu jalan utama di Uyo.
“Ketika sesuatu yang kecil menjadi sesuatu yang sangat besar dalam sekejap”. Tulis The Winner’s Chapel di salah satu sudut jalan.

“Berdoalah agar kau kaya”. Nasehat Embassy of Christ di blok-blok kecil.
Sangat sulit bagi para gereja untuk medapatkan jemaat. Karena itu, para pendeta membangun kepercayannya dengan menuduh anak-anak sebagai penyihir.

Nwanaokwo berkata ia mengetahui pendeta yang menuduhnya hanyalah Pastor King. Mount Zion Lighthouse di Nigeria awalnya mengakui bahwa Pastor King bekerja untuk mereka, namun kemudian mereka membantahnya dengan terang.

Bishop A.D. Ayakndue, kepala gereja di nigeria berkata, para pendeta di gereja diarahkan untuk mendoakan sihir tersebut, bukan untuk menuduh anak-anak.

“Kami menodakannya (Sihir) dengan seluruh kemampuan kami”. Tuturnya, “Tetapi kita tidak akan pernah bisa menyakiti anak-anak”.

Gereja di Nigeria tersebut adalah branch dari salah satu gereja di California dengan nama yang sama. Namun Gereja California tersebut berkata bahwa mereka sudah tidak berkomunikasi lagi terhadap cabangnya itu semenjak beberapa tahun lalu.

“Aku tidak mengerti”. Tutur salah satu tetua gereja, Cariie King.”Aku tau, orang-orang disana sangat percaya terhadap sihir, tetapi kami percaya terhadap kekuatan doa, bukan justru menyiksa dan membahayakan mereka secara fisik.

Menurut Sam Itauma, dari Jaringan Rehabilitasi dan Hak Anak, anak-anak yang rentan tertuduh kasus penyihir adalah mereka yang yatim, sakit, cacat, atau miskin. Pada kasus Nwanaokwo ini contohnya, ayahnya adalah orang miskin dan ibunya sudah meninggal dunia.

“Bahkan pihak gereja yang sebelumnya tidak ‘mencari’ penyihir mau tidak mau menjadi terpaksa mencarinya karena tuntutan persaingan antar gereja” tutur Itauma. “Mereka jadi terlihat begitu kuat dan sakti dalam bidang spiritual karena mampu mendeteksi penyihir, bahkan orang tua mereka bisa membayar mereka dengan tinggi untuk melakukan eksorsisme”

Itulah yang terjadi kepada Margareth Eyekang ketika anaknya Abigail yang berumur 8 tahun dtuduh sebagai ‘nabi’ atau orang suci, kerena putri kecil itu senang tidur di luar ketika malam dengan cuaca panas tiba. ia dianggap senang tidur di luar sehingga Abigail bisa terbang sesuka hatinya untuk berkumpul dengan para putri-putri suci. Eksorsisme yang rutin dilakukan Abigail menghabiskan gaji Margareth selama berbulanbulan, US$270. Biaya itu menjadikannya jatuh miskin.

Bahkan para tetangga juga meneror anaknya itu.

“Mereka menyerang dan memukulinya dengan tongkat dan bertanya kepadaku kenapa aku membawa penyihir”. Ujar Margareth.

Mendengar nama gereja saja sudah cukup menakuti anak-anak yang ceria disana.

Berikut adalah foto-foto dari seorang anak nigeria berumur 2 tahun yang ditinggal oleh orang tuanya karena dituduh sebagai penyihir. Anak ini ditemukan oleh Anja, aid worker asal Denmark yang menamainya ‘Hope’.

Mengharukan, ketika anak nigeria tertuduh penyihir ini diberi minum setelah lama terlantar… 

nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-19


Telah terlantar mengelilingi jalanan selama 8 bulan, dan menamainya ‘HOPE’…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-20


Hope menderita cacingan dan kekurangan gizi…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-23


Anja lah yang mengurusnya dan memberinya perawatan…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-25 nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-24


Perlahan Hope mulai membaik…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-26 nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-27


Kondisi Hope sudah stabil sekarang…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-28


Hope sudah mulai bisa duduk dan tersenyum. Dia adalah si mungil yang sangat kuat…



nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-29

 

“This is what makes life so beautiful and valuable and therefore I will let the pictures speak for themselves”

 

nigerian-starving-thirsty-boy-hope-rescued-anja-ringgren-loven-30

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post