Wahai Suami, Mengertilah 8 Kerempongan Isteri Ini agar Keluargamu Bahagia

Yuk Share di Facebook
foto : https://www.facebook.com/gadgetmuslimah

Bukan tanpa alasan kalau rumah tak kunjung rapi atau istri tak lagi sempat berdandan. Ini dia 7 kerempongan semua Isteri yang selama ini tak terkatakan kepada dunia.





1. Berapa Kali Istri Anda Menyapu di Rumah? Ratusaaan....

Percaya atau tidak, seorang istri bisa menyapu lebih dari tiga kali sehari jika keluarga anda masih memiliki balita. Minimal setiap setelah makan istri anda memegang gagang sapu. Remah nasi, sayur dan lauk yang bersepah harus segera dibersihkan. Kalau tidak, maka ia akan lengket dan menghitam. Maka, agar lebih mudah membersihkannya, para ibu segera menyapu lantai setelah selesai makan.

Agenda menyapu ini bisa bertambah ketika anak anda membuat keterampilan menyobek keretas, menumpahkan kue di toples, membawa pasir ke dalam rumah, atau memetik daun dan menaburkannya di dalam rumah. Maka dipastikan sapu di rumah anda akan kembali bergoyang berirama bersama gerakan gemulai tangan istri anda.

2. Lap Disini Lap Disana, Dialah Sahabat Sejati Isteri Anda

Jika sapu bergoyang berkali kali di rumah anda, maka lap pun menjadi sahabat sejati istri anda. Meski istri anda bukan seorang  yang perfectionist, namun mengeringkan lantai, meja atau tempat yang basah lainnya merupakan pekerjaan yg tidak bisa ditunda. Karena urusannya berkaitan dengan keselamatan balita anda.

Ya! Lap dan istri anda adalah sahabat sejati. Anda para suami mungkin tidak menyadari, tangan mungil si kecil yg sedang belajar menggerakan motorik kasarnya, sering tanpa sengaja menjatuhkan air dr tempatnya. Belum ditambah dengan air yang sengaja dituangkan oleh balita anda ke sekitarnya, karena mereka menyukai sensasi basah dan percikan air yg ditimbulkan dari tumpahan tersebut. Maka, lap harus berada di sekitar istri anda! Agar ia dengan sigap bisa segera membersihkan lantai demi keselamatan buah hati tercinta.

3. Laundry pun kalah rekor dengan tumpukan cucian di rumah.

Basah? Kotor? Maka demi kesehatan buah hati, istri anda mengganti bajunya. Dan selama sehari, pergantian baju itu tidak cukup sekali. Tapi berkali - kali. Karena anak memang senang bermain air, tanah dan benda - benda di sekitarnya. Ia akan dengan senang hati mencelupkan pakaiannya ke dalam e,ber berisi air. Ia akan dengan gembira mengambil selang dan menyiramkan airnya ke kepalanya. Tak lupa, bedak bayi yang tak sempat ditutup ibu pun, ia tumpahkan ke sekitarnya. Maka, tak terhitung berapa kali ibu mengganti pakaian si kecil dalam sehari.

Sesekali, cobalah lihat tumpukan cucian di kamar mandi. Maka anda para suami, akan menemukan tumpukan cucian yang mengalahkan deretan gunung himalaya.




4. Multitasking? Nggak Bisa Kalau Situasinya Begini..

Pekerjaan menumpuk? Tak selamanya multitasking menjadi solusi. Menyalakan mesin cuci manual, sambil memasak? Bisa mengakibatkan borosnya air. Karena saking khusyunya memasak, istri anda bisa lupa kalau sedang mengisi air cucian. Akibatnya berliter - liter air terbuang. Tagihan pdam pun membengkak.

Menyapu sambil menghangatkan sayuran. Hati - hati, karena sayur yg dihangatkan bisa jadi gosong karena istri anda terlalu sibuk menyapu dan memebereskan ruangan.

Pekerjaan yang overloaded yang menjadi tugas istri anda, bisa menyebabkan keadaan istri yang rempong menjadi tambah rempong.

5. Ibu, Temani Aku...

Begitulah ...
Mungkin anda melihat istri anda tertawa - tawa dengan buah hatinya. Sementara anda melihat pekerjaan rumah masih segunung yang belum terselesaikan.

Percayalah,  istri anda pun menjerit ingin segera menyelesaikan pekerjaan rumah itu. Tapi anak - anak, mereka pun perlu sentuhan ibunya. Bukan hanya piring kotor saja yang harus dibelai. Bukan hanya ruma saja yang minta diperhatikan. Tapi anak - anak pun ingin bermain dengan ibunya, hanya bermain! Tanpa diselingi hal yang lain.

6. Ibu, Jangan Duakan Aku..

Aha! Istri anda mempunyai ide untuk menyelesaikan dua masalah. Pekerjaan yang menumpuk dan anak yang ingin bermain. Maka ia pun memberikan permainan bongkar pasang untuk sang buah hati. Pikir sang istri, ia bisa mencuci piring selama anak bermain dengan bongkar pasang favoritnya.

Namun kenyataannya ide itu tidaklah cukup berhasil untuk mengefisienkan waktu sang istri. Sang anak dengan polosnya berkata,
" Ibu, bagaimana caranya membuat mobil,"
" Bunda .. lihat adek buat rumah...."
" Mama sini, mama pegang yang hijau, aku mau buat gedung."
Serta banyak pertanyaan dan permintaan lain dari si mungil. Ternyata menyibukan anak dengan permainan kadang tidak bisa menjadi solusi bagi istri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.

7. Tidur Nyenyak kini Hanya Mimpi

Semenjak memiliki buah hati, biasnya seorang ibu akan terbangun beberapa kali dalam tidurnya. Baik itu untuk menyusui, menyiapkan susu, mengambil air minum atau menemani ke kamar mandi.
Percayalah, perlu kesadaran yang tinggi untuk istri anda ketika memulai beraktivitas di waktu pagi, setelah melewati malam yang berat setiap harinya.

8. Beda Anak, Beda Mau, Satu Waktu

Punya anak dengan jarak berdekatan akan menambah tantangan baru buat Isteri Anda. Apalagi saat mereka masih kecil-kecil. Misalnya saja si 5 tahun ingin minta tolong diambilkan barang yang ia tak mampu gapai, sementara si 3 tahun jatuh dan menangis, padahal saat itu Isteri Anda sedang memandikan si bayi. Nah lho!


Nah...sudah mengerti kan sekarang? ^^ 

Artikel ini ditulis oleh tim 4u2know, sebuah lembaga pengembangan diri muslimah. Kunjungi Fanspagenya di https://www.facebook.com/gadgetmuslimah

Share this post

Post a comment

  1. tapi sih yaa.. sebelum/sesudah para perempuan mengeluh soal "pekerjaan rumah" nya, lbh baik dilihat juga dr sisi pria nya. mereka juga sebenarnya kewalahan atau ga tenang juga tiap bulannya. apalagi yg sudah memiliki anak, pasti hrs memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan pendapatan untuk diberikan kpd istri. ya iya mgkn mudah bagi pria yg kerja dgn gaji diatas 20juta per bulan, insyaAllah kebutuhan tercukupi. nah gimana kabarnya dgn pria yg kerja dgn gaji 2-4juta/bulan dgn 1-2 orang anak, pasti mereka pengen membahagiakan istrinya dgn memberikan uang lebih, supaya istrinya bisa ngarawat diri ke salon, belanja, dll, dan itu menurut mereka mencari penghasilan itu sulit. ya iya kalo kerja kantoran yg tiap bulannya ada pemasukan, gimana dgn yg freelance, pasti lebih berat lg, ya pikiran ya belum tentu dgn mereka sudah mendapatkan uang juga dapat merasakan hasilnya, pasti semua uang pendapatannya diberikan ke istri.

    ya kalo menurut saya sih jgn hanya dilihat dari sisi perempuan nya saja yg berat dgn "pekerjaannya", hargai dgn apa yg sedang dan sudah suami berikan dan usahakan.

    perempuan jgn egois juga lah.. pria juga pasti kl baca ada artikel seperti ini pasti punya pendapat nya sendiri.

    semoga para perempuan bisa ikhlas yaa dgn pekerjaan nya.. kan sama-sama berat pekerjaan yg dipikulnya :)

    ReplyDelete

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post