Menyedihkan! Ini 5 Fakta Kebakaran Hutan di Indonesia

Yuk Share di Facebook



JANGAN ABAIKAN ISSUE INI! DUNIA PERLU TAHU APA YANG TERJADI AKIBAT KEBAKARAN HUTAN INDONESIA!!


1. Kebakaran Hutan adalah Kejahatan Terorganisasi

Kebakaran hutan adalah kejahatan terorganisasi karena lebih dari sembilan puluh persen disebabkan manusia atau sengaja dibakar. Media selalu menyoroti pihak-pihak terkait yang diduga menjadi dalang pelaku pembakaran. Tapi tak ada yang pernah menyibak dampak besar lainnya selain asap yang ditimbulkan, yaitu genosida primata dan bencana ekologi pada skala industri sedang terjadi di Sumatera. Semua berkat minyak goreng murah yang kita temukan dalam produk supermarket kita sehari-hari.

Minyak kelapa sawit adalah bahan murah dan umum yang banyak ditemukan di makanan dan produk rumah tangga, tetapi seperti benda-benda yang tampaknya 'murah', ada harga yang harus dibayar. Petak-petak hutan hujan murni harus diratakan dengan tanah setiap menitnya untuk membuka lahan bagi perkebunan kelapa sawit di negara-negara seperti Kalimantan, Sumatera, Indonesia dan Malaysia. Skala dan kecepatan deforestasi ini sangat mengejutkan.



2. 4. Korban Bencana Asap Pertama adalah Anak-anak!
Hingga saat ini korban asap terus bertambah, setelah meninggalnya bayi 15 bulan, Nabila, puteri dari pemilik akun facebook Rhia Moorlife, menyusul Seorang anak berumur 12 tahun dari Pekanbaru, Muhanum Anggriawati, yang sebelumnya menderita ISPA, meninggal pada Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 13.00 WIB (sumber : liputan6) Setelah puterinya wafat, orangtuanyapun kini bingung membayar biaya perawatan anaknya di RS yang mencapai 28 juta rupiah!

Nabila, bayi malang korban asap kebakaran hutan

Selain anak-anak malang itu, orangtua dan staf pemadam kebakaran juga dilaporkan telah menjadi korban. Seorang warga Pelawan dilaporkan meninggal setelah penyakit asmanya memburuk karena asap. Seorang kakek berusia 63 tahun ditemukan tewas di pinggir jalan dengan luka bakar, diduga beliau terjatuh di lahan gambut yang terbakar. Sementara seorang staf pemdam kebakaran gugur dalam tugas. Seorang karyawan PT Surya Dumai Agrindo (SDA) yang meninggal dunia saat memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Bengkalis, Riau. (merdeka.com)

Sementara itu RATUSAN RIBU rakyat Indonesia di daerah bencana Asap harus bergulat dengan usaha masing-masing untuk melawan asap!

3. 90 % Habitat Orangutan telah Hancur akibat Penghancuran Hutan
Tragisnya orang-orang yang mengelola bisnis minyak sawit dan para pekerja yang melakukan penghacuran hutan ini tidak peduli jika mereka menghancurkan satwa liar yang melimpah dan terancam punah yang hidup di hutan. Bahkan pekerja deforestasi diperintahkan untuk membunuh setiap satwa liar yang mereka temui, bahkan tanpa rasa manusiawi.

Karena pembukaan hutan untuk kelapa sawit, hanya dalam 20 tahun terakhir 90% dari habitat orangutan telah hancur. Ini adalah realitas yang tidak boleh dibiarkan tenggelam.
 
Jika deforestasi terus terjadi dengan kecepatan ini, orangutan bisa punah di alam liar pada awal tahun 2016, dan habitat hutan mereka bisa benar-benar hilang hanya dalam waktu 20 tahun dari sekarang.

Jika informasi ini membuat kalian marah, seharusnya kalian memang marah. tapi ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk membantu menghentikan bencana ini, tanpa kalian harus protes keras di media massa atau terjun langsung ke lapangan.

Video Orangutan Menangis Mengingat Rumahnya yang Musnah setelah Melihat Selai Kacang




4. Kebakaran Hutan di Indonesia terus semakin parah


sumber : Kompas




Menurut Kompas, Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kompas dari pemberitaan sejak 1960-an hingga saat ini, kebakaran terjadi berulang, bahkan terlihat ada peningkatan jumlah titik api dalam empat dekade ini.

Rekapitulasi luas kebakaran hutan per provinsi di Indonesia tahun 2010-2015 dalam situs Kementerian Lingkungan Hidup juga menunjukkan hal itu. Dibandingkan tahun 2010, luas lahan terbakar meningkat puluhan kali lipat. Di Jambi, contohnya, di tahun 2010, lahan terbakar hanya 2,5 ha. Tahun 2014 meningkat menjadi 3.470 ha.

Sumber lain menyebutkan, kebakaran di Jambi dalam satu bulan terakhir telah menyebar ke areal seluas 40.000 ha. Sebanyak 33.000 ha di antaranya merupakan kebakaran gambut yang masih terus meluas.


Sementara itu, di Kalimantan Tengah, tahun ini, berdasarkan data pemadaman kebakaran BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak Januari hingga 10 September mencapai 940,9 ha. Pada 2014, kebakaran lahan menghanguskan 4.022 ha.


5. Kita Bisa Menghentikan Pembakaran Hutan dari Rumah



Sambil menunggu tindakan tegas pemerintah, kita bisa ikut menghentikan pembakaran yaitu dengan berhenti membeli produk dengan minyak kelapa sawit sebagai bahan memasak, dan dengan demikian kita membantu mengurangi jumlah permintaan untuk produk massal yang ini.

Kelapa sawit juga bisa ditemukan dalam banyak berbagai produk rumah tangga sehari-hari, mulai dari mentega, lemak untuk masakan (shortening), bahan tambahan coklat, bahan baku es krim, pembuat asam lemak, vanaspati, bahan baku berbagai industry, bahan makanan ternak, hingga shampoo anti-ketombe, sabun, deterjen, pasta gigi, dll. Jadi silahkan periksa label kemasan setiap kali kalian membeli produk-produk ini, terutama jika produk tersebut sedang 'diskon' besar di supermarket langganan kalian. Kelapa sawit bukan makanan sehat untuk kalian, karena buruk bagi jantung.

Kalian juga bisa sangat membantu dengan menulis kepada perusahaan atau toko yang menjual pasokan atau produk minyak kelapa sawit bahwa kalian akan memboikot produk-produk mereka kecuali mereka berjanji untuk menghilangkan minyak kelapa sawit dari daftar produk mereka.

Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa tidak semua perusahaan kelapa sawit membakar dan menggunduli hutan demi produksi murah. Banyak juga perusahaan yang menandatangani komitmen untuk melakukan pengelolaan hutan secara etis. Baca juga artikel Ajak Keluarga #MelawanAsap dengan Memboikot Produk-produk Ini

Akhirnya bagikan issue ini secara luas untuk membantu menyebarkan berita mendesak tentang bencana ekologis ini mengerikan ini ke seluruh warga Indonesia.

source:wow

Share this post

Post a comment

  1. Sangat miris sekali jika melihat keadaan lingkungan sekitar kita saat ini.
    Terjadinya pencemaran tidak hanya terjadi di daratan saja, tetapi juga terjadi di lautan. Jika bukan kita yang merubah perilaku kita, siapa lagi? Dukung Greenpack sebagai kemasan makanan ramah lingkungan. Informasi lebih lanjut tentang Greenpack dapat Anda temukan di sini http://www.greenpack.co.id

    ReplyDelete

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post