Ajak Keluarga #MelawanAsap dengan Memboikot Produk-produk Ini

Yuk Share di Facebook

Makan sepotong keju berarti ikut membakar hutan? Bisa jadi! dari Keju hingga pasta gigi, hampir semua produk rumahtangga menggunakan bahan Palm Oil (minyak kelapa sawit). Sayangnya, tidak semua perusahaan palm oil mau berkomitmen untuk menanam secara etis.

 Seorang Facebookers Aliva Solihat mengajak kita untuk mengecek kembali merek produk rumahtangga yang kita pakai, apakah mereka membakar hutan untuk mendapat Palm Oil?

Prihatin dengan bencana asap yang melanda Indonesia akibat terbakarnya hutan-hutan, seorang facebooker Aliva Solihat dalam statusnya mengajak teman-temannya #melawanasap dengan lebih jeli dalam membeli kebutuhan rumah tangga karena sebagian besar produk untuk rumah tangga menggunakan bahan dasar Palm Oil atau minyak kelapa sawit.

Akibat asap, anak SD ini harus menderita karena batuk terus menerus hingga matanya bengkak 

Menurut Aliva, 90 % sawit dunia diproduksi di Indonesia dan Malaysia. Pada prakteknya, untuk membuka lahan guna ditanami kelapa sawit dengan biaya murah, hutan tropis ditebang dengan cara membakarnya. Kegiatan pembabatan hutan tropis ini berkontribusi pada 10% emisi CO2 yang mencemari udara dunia.

Namun demikian, bukan berarti kita harus tidak menggunakan produk-produk yang mengandung bahan kelapa sawit sama sekali. Beberapa perusahaan telah menandatangani komitmen untuk melakukan penanaman kelapa sawit secara etis. Misalnya, dengan tidak membakar hutan.

Gambar berikut adalah skor komitmen perusahaan terhadap penanaman kelapa sawit secara etis. Tanda hijau berarti perusahaan tersebut memiliki komitmen yang tinggi, sementara tanda merah tidak memiliki komitmen. Sebisa mungkin, kita pilih produk yang dibuat oleh perusahaan yang memiliki tanda hijau.

sumber : http://www.ucsusa.org/sites/default/files/attach/2015/04/ucs-palm-oil-scorecard-2015.pdf

http://www.ucsusa.org/sites/default/files/attach/2015/04/ucs-palm-oil-scorecard-2015.pdf


Saat ini Aliva belum menemukan status untuk merek-merek lokal Indonesia, namun dalam statusnya ia mengungkap bahwa SMA*T , produsen minyak Film* & Kunci M*s memiliki track record buruk. Bagaiman dengan Indo*ood group? Perusahaan yang memproduksi merek-merek besar seperti Ind*mie, B*moli ini kabarnya belum lama dituntut oleh PepsiCo partnernya (Indofood Frito-Lay) yang mengalami tekanan Internasional. PepsiCo sendiri sebetulnya termasuk kategori hijau.

Dapatkah gerakan seperti ini memberi pengaruh bagi berkurangnya pembakaran hutan? Kenyataannya, Wilmar group yang menguasai hampir 40% perdagangan sawit dunia akhirnya mau menandatangani "No Deforestation Policy" tahun 2013 lampau karena kuatnya tekanan internasional. Salah satu produk Wilmar yang banyak beredar di Indonesia adalah Minyak Goreng merek S*nia

Foto satelit kebakaran hutan di Indonesia tahun 2015


Merek terkenal lain di Indonesia yang ternyata masuk kategori merah adalah keju Kr*ft. Selain itu P*zza Hut dan D*minos yang populer di kalangan anak muda juga masuk kategori merah.

Gerakan konsumen yang massif diharapkan akan memaksa para produsen tersebut untuk menanam kelapa sawit dengan etis. Sehingga, dalam jangka panjang pembakaran hutan bisa berkurang dan rakyat Indonesia tak lagi menderita karena asap



Berikut ini adalah kutipan ajakan Aliva Solihat dalam status facebooknya



Bagaimana, Anda mau bergabung #melawanasap ? :)


Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post