4 Negara Ini Mati-matian Berusaha Rakyatnya Mau Punya Anak

Yuk Share di Facebook

Baru-baru ini China mengakhiri kebijakan "Satu Anak", Warga negaranya didorong untuk punya dua anak karena meningkatnya kebutuhan tenaga kerja usia produktif. Negara mana lagi ya yang sangat ingin rakyatnya punya anak?

1. Singapura

Siapa sih yang bisa nolak tawaran pelesir gratis dengan kapal pesiar dan menginap semalam di resort mewah di Indonesia? Pemerintah Singapura menawarkan program "love boat" agar pasangangan menikmati nuansa romantis dan kemudian berhasil bikin anak. Salah satu aktivitas selama pelesir adalah mengikuti pendidikan mengenai kesuburan dan bertemu dengan konselor seks.

Singapura belum pernah berkeinginan begitu kuat agar warganya bereproduksi. Bahkan Singapura punya kebijakan yang ketat terhadap pendatang. Pemerintah Singapura juga sebelumnya menggalakkan slogan "Dua Anak Cukup" untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Akses terhadap alat kontrasepsi dan program perencanaan keluarga juga berkembang luas.


Ternyata kampanye tersebut terlalu sukses!. Tingkat kelahiran turun tajam di tahun 1980 an sehingga kemudian pemerintah membuat slogan baru "Miliki Tiga Anak atau lebih bila Anda Bisa Menanggungnya" . Selain program "love boat" Negara juga memberikan tunjangan orangtua sebesar $8.0000 tunai untuk dua anak pertama dan $10.000 untuk anak selanjutnya. Cara ini sukses meningkatkan tingkat kelahiran dari 1,5% di tahun 1970an menjadi 2,8% di tahun 1990an.

2. Rusia
Orang Rusia yang tinggal di kota Ulyanovsk bisa memenangkan sebuah mobil bila punya anak. Pemerintah kotak mengadalak program "Lahirkan seorang Patriot" yang memberi hadiah bagi orang tua yang melahirkan pada Russia Day (12 Juni). Pekerja di daerah tersebut juga diberi cuti khusus selama 9 bulan sebelum Rusia Day. Sementara warga di daerah lain akan diberi tunjangan sebesar $13.000 untuk orangtua yang baru melahirkan anak.

Tapi uang tak bisa membeli cinta. Populasi Rusia turun sebanyak 700.000 jiwa tahun lalu. Selain itu, Rusia juga kehilangan para pekerjanya karena tingginya tingkat kematian,salah satunya akibat kecanduan alkohol.

3. Jepang
Pemerintah menyediakan banyak stimulus untuk meningkatkan jumlah penduduk usia produktifnya, mulai dari program resmi perjodohan dari pemerintah, cuti ayah, sampai daycare gratis.
Tingkat kelahiran di Jepang memang sangat menurun. Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang Ibu di jepang turun dari 4.54 di tahun 1947 menjadi 1.43 di tahun 2013.

4. Jerman
Di Jerman, para orangtua benar benar akan digaji. Negara telah mengjabiskan anggaran bilyunan dolar setiap tahun untuk "subsidi keluarga" yang mana orangtua dapat tetap menerima gaji apabila berhenti bekerja setelah memiliki anak.  Dana tersebut akan diterima sebelum anak lahir dan jumlahnya sebesar maksimal $25.000 per tahun.

Program ini diluncurkan tahun 2007 , dimana saat itu warga usia 14 tahun ke bawah hanya berjumlah 13% dari populasi.  Walau demikian ternyata tingkat kelahiran di Jerman tetap stabil.


Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post