7 Tips Penting Mengatur Keuangan Bersama antar Suami Istri

Yuk Share di Facebook

Masalah uang tampak sepele, tapi bisa bikin konflik dalam pernikahan. Sebelum itu terjadi yuk kita tata pengaturan keuangan kita agar uang bikin keluarga makin mesra, bukan malah merana :D

Mulai Menabung

Sudah hal umum, biasanya, pasangan yang baru saja menikah pasti sudah mengalokasikan sebagian besar dananya, bahkan tabungannya, untuk melangsungkan pernikahan. Setelah menikah, tentu Anda dan pasangan harus membangun kembali kondisi keuangan yang habis untuk pesta pernikahan. Sebagai awal, kumpulkan minimal 6 (enam) bulan dari hasil pendapatan Anda untuk dana darurat.

Selain itu, mulailah merencanakan dana pensiun Anda dari tempat bekerja, misalnya mulai berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi sesuai tujuan keuangan keluarga.

Rekeningmu Rekeningku

Ketika Anda dan pasangan sudah mulai membentuk keluarga, tentu pembentukan rekening bersama adalah hal yang ideal. Mengapa? Ini diperlukan agar segala hal yang berkaitan dengan tagihan bulanan, seperti listrik dan telepon, bisa dengan ringkas terbayarkan. Buatlah satu rekening giro atau tabungan untuk tujuan bersama.

Utang Tersembunyi

Ini yang paling gawat. Ketika lajang, pasangan belum tentu tahu kita memiliki utang. Gawatnya lagi, ketika kita sudah menikah, pasangan Anda masih belum tahu utang-utang tersebut. Bicarakan baik-baik mengenai utang pribadi Anda kepada pasangan.

Mendiskusikan secara baik-baik dan terbuka adalah satu-satunya cara agar Anda dan pasangan tidak terlibat konflik di kemudian hari. Dengan berkomunikasi, Anda dan pasangan dapat memutuskan solusi terbaik untuk melunasi pinjaman tersebut.

Lacak ke Mana Uang Anda Habis

Sebagai keluarga baru, tentu Anda dan pasangan pasti tahu ke mana saja uang bisa habis. Menurut laman Devino Rizki, cobalah bekerja sama untuk saling kontrol tentang pengeluaran. Lakukan evaluasi keuangan. Itu bertujuan agar Anda dan pasangan bisa mencapai tujuan keuangan secara bersama. Ingat, anak pasti memiliki kebutuhan keuangan tersendiri kan?




Buatlah Kesepakatan

Seperti layaknya melajang, dalam hal pasangan baru tentu harus membuat perencanaan keuangan yang berbeda. Coba diskusikan dengan pasangan, seperti apa sih kebiasaan pengeluaran kita setelah berkeluarga? Seperti apa sih cara Anda, atau pasangan, menangani uang? Apa Anda memiliki sifat pemboros? Atau si pasangan yang justru lebih hemat? Praktisnya, coba tetapkan batas pengeluaran yang bisa ditoleransi.

Lalu, coba tetapkan berapa rupiah yang bisa disimpan untuk dana darurat jika Anda dan pasangan mengalami sesuatu yang buruk. Semua itu dilakukan untuk tujuan bersama kan?

Prioritaskan Pembelian

Memutuskan menikah berarti keputusan satu orang juga adalah keputusan bersama-sama. Apalagi keputusan membelanjakan uang. Jika Anda dan pasangan ingin berbelanja, coba buat daftar barang yang ingin dibeli. Itu akan mengendalikan pembelian impulsif Anda. Sebagai contoh, tentu Anda dan pasangan bisa tentukan mana yang cocok dibeli lebih dulu untuk isi rumah Anda; furnitur atau hewan peliharaan?

Konsolidasikan Kartu Kredit

Jika pada masa melajang Anda sudah punya dua kartu kredit, ketika berumah tangga, pastikan Anda hanya memiliki satu kartu kredit untuk tujuan bersama. Coba hindari memiliki dua-tiga kartu kredit. Ini akan mempengaruhi pelunasan dan pengeluaran lainnya.

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post