6 Perempuan ini Punya Profesi yang Biasanya dilakukan Pria

Yuk Share di Facebook

Pimpinan Sementara DPR 2014, Ibu Popong Djunjunan

Saat ini semakin terbuka kesempatan untuk para perempuan menekuni pekerjaan baik di bidang domestik maupun publik. Jangan heran melihat perempuan saat ini bisa memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki. Berikut ini adalah para perempuan yang memiliki profesi maskulin.


1. Supir Bus Besar


Jika anda menaiki City Tour Bus, ada hal menarik yang anda akan lihatt. Semua sopir yang mengemudikan bus ini ternyata kaum hawa.

Sebenarnya, bukan hal yang aneh lagi bila perempuan mengemudikan kendaraan besar, seperti bus. Transportasi umum TransJakarta juga memiliki banyak pengemudi perempuan.

Namun, khusus City Tour Bus Jakarta, semua pengemudinya adalah perempuan. Ternyata, ada alasan khusus mengapa kaum hawa dipercaya menjadi pengemudi bus wisata baru ini.

Para perempuan ini dianggap lebih sabar dalam mengemudi busnya dengan kecepatan yang stabil. Bus ini diperuntukkan untuk para wisatawan yang ingin mengetahui apa saja yang ada disekitar rute bus ini sehingga bus ini tidak boleh ngebut. Dipilihnya perempuan juga dinilai karena mereka lebih resik dan bersih.

2. Supir Taksi


Kebanyakan dari kita melihat supir taksi adalah laki-laki tapi saat ini sudah banyak supir taksi perempuan. Berkendara di jalan Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya menjadi santapannya setiap harinya. Selama 12 jam wanita bertubuh mungil ini berjibaku dengan lalu lintas kota Jakarta yang dipenuhi jutaan kendaraan. Selalu siap melayani dan mengantar tamu ke tempat tujuan dengan penuh senyuman. Kesabaran menjadi pegangan hidupnya dalam menelusuri jalan sejauh 250 km setiap harinya, semua dijalaninya dengan rasa senang.

Tidak banyak keinginan yang diharapkan Siti dalam menggeluti profesinya sebagai sopir taksi. Sejak berpisah dengan mantan suaminya pada 2006 silam, semua tanggung jawab keluarga beralih kepadanya. Membesarkan dan mendidik 2 anak yang masih kecil bukanlah perkara mudah. Namun semangat tinggi yang dimiliki wanita ini mampu mengalahkan semua tantangan  yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kenek Bus


Kenek bus yang dominan dihuni oleh kaum Adam kini bisa kamu lihat beberapa diantaranya telah diisi oleh wanita-wanita. Sebuah profesi yang harusnya tidak cocok diperankan oleh para wanita, seakan emansipasi sudah menyentuh sampai ke pekerjaan ini. Kesetaraan dengan kaum laki-laki yang semakin hari semakin tampak dan tak peduli lagi dengan jenis profesi yang digelutinya.

Berdiri dan bergantung di dekat pintu dengan kondisi penumpang yang memenuhi bagian dalam bus. Demi memenuhi kebutuhan hidup, tak disangka profesi kenek pun sudah menjadi pilihan beberapa wanita sebagai sumber penghasilan.

Pekerjaan membantu supir untuk mengatur dan meminta tarif dari setiap penumpang bukan lah hal yang mudah. Apa lagi ditambah jika trayek dari bus sangatlah jauh, mengharuskan si kenek berdiri dari awal berangkat sampai ke tujuan akhir. Betapa bahayanya resiko yang hadir didepan mata, jika tangan dan kaki yang menjadi tumpuan tak kuat untuk menahan disepanjang perjalanan.





4. Satpam 

Dilatarbelakangi oleh banyaknya perempuan yang saat ini kerap bersentuhan dengan fasilitas publik, merasa cocok saja kalau satuan pengamannya adalah wanita juga. Mereka lebih merasa nyaman jika satpamnya adalah seorang perempuan ketimbang satpamya adalah seorang pria.

Sejauh ini belum ada survei yang dapat menunjukan perbandingan tingkat rasa aman antara satpam perempuan dan satpam laki-laki. Namun, dari data yang ada bahwa satpam perempuan juga dibekali dasar-dasar pengaman, bela diri, dan latihan-latihan yang berhubungan dengan keamanan lainnya. Tentu saja berdasarkan bekal tersebut, satpam wanita juga memiliki kemampuan yang hampir sama dengan satpam laki-laki. Selain itu, satpam perempuan memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi. Mereka tidak hanya menjadi tim keamanan, namun juga mampu memberikan perhatian lebih kepada masyarakat. Nah, dengan demikian mungkin saja saat ini, yang dibutuhkan masyarakat adalah satpam perempuan.

5. Pilot 



Tak terbayangkan Indonesia memiliki kapten pilot perempuan yang telah mengudara lebih dari 10 tahun lamanya. Kapten pilot perempuan pertama AirAsia Indonesia ini bernama Dewi Meilina (36). Dewi bukan kapten pilot perempuan pertama di Indonesia. Tapi, sebagai kapten pilot pertama di AirAsia Indonesia adalah sebuah prestasi tersendiri menurut CEO AirAsia Indonesia Dharmadi.
Menurut dia keberadaan seorang perempuan bukan artinya menawar-nawar soal keamanan penerbangan. Dewi sebagai kapten pilot menempuh ujian sama beratnya dengan 5 kapten pilot pria yang juga dilantik di kesempatan yang sama.

6. Pimpinan DPR

Tentu bukan hal mudah mengelola sebuah rapat besar yang diisi oleh perwakilan partai politik. Tapi itulah yang harus dilakukan oleh Ibu Popong Djunjunan (76 tahun).  Wakil rakyat yang kerap tak mau kalah dan tak mau mendengar kerap menjadi hambatan dalam mencapai kesepakatan, belum lagi kalau mereka ricuhh dan kontak fisik. Namun, Popong Djunjunan yang ditunjuk menjadi pimpinan DPR sementara sampai terpilihnya Pimpinan DPR yang baru berhasil mengatasi mereka dengan baik.

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post