Wah... Pemda Manado Habiskan 1,7 M untuk Bangun Simbol Yahudi Terbesar di Dunia!

Yuk Share di Facebook
Menorah di Manado
Belum banyak yang tahu kalau ternyata agama Yahudi sudah eksis di Indonesia. Pemerintah Daerah Manado bahkan menghabiskan anggaran daerah sebesar 150.000 USD atau sekitar 1,7 M untuk membangun simbol Yahudi setinggi 60 m yang disinyalir merupakan yang terbesar di dunia.


MANADO, Indonesia — Tahun 2009, Pemerintah Daerah Manado membangun menara Menorah, simbol agama Yahudi setinggi sekitar 60m. Menara ini dibangun di atas bukit dengan pemandangan seluruh kota Manado. Kita juga dapat dengan mudah menemukan simbol-simbol Yahudi seperti yang terdapat dalam bendera Israel melekat di taksi-taksi di daerah ini.  Tak jauh dari menorah, berdiri sebuah sinagog yang baru direnovasi menggunakan dana pemerintah daerah.

Berdasarkan pemberitaan New York Times, Kendati Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sebetulnya diam diam telah terjalin kerjasama ekonomi dan militer selama puluhan tahun di antara kedua negara.

Menurut pemerintah daerah, motivasi pendirian Menorah lebih ke arah kepentingan pariwisata dan menarik pengusaha-pengusaha Yahudi untuk berinvestasi di Manado. Margarita Rumokoy, Kepala Dinas Pariwisata Manado menyatakan Pemerintah telah menghabiskan dana sebesar 150.000 USD atau sekitar 1.7 M untuk membiayai bangunan yahudi ini.

Toar Palilingan, 27, dan s Oral Bollegraf, 50, berdoa sebelum jamuan Sabat di Manado







Usul pembangunan Menorah ini diajukan oleh Denny Wowiling, Anggota DPRD Minahasa Utara. Denny mengaku terinspirasi bangunan Menorah di depan Gedung Knesset (Parlemen) Israel. Dengan didirikannya monumen ini, Denny berharap makin banyak pebisnis Israel yang datang ke Indonesia karena simbol suci Yahudi ternyata ada di negeri lain, sehingga mereka akan merasa disambut dengan tangan terbuka.

Salah satu pengusaha yahudi di Manado adalah Moshe Kotel. Moshe Kotel, 47, lahir di El Salvador, Ia memiliki kewarganegaraan Amerika dan Israel. Sejak tahun 2003, ia datang ke Manado setiap tahun. Di Manado, Kotel memiliki usaha telur organik. Kotel yang beristri wanita Manado mengaku bahwa ia merasa was was saat pertama kali mendarat di bandara Manado.

"Waktu itu pukul 11 malam, dan saya selalu membawa tefilin -- satu set perangkat untuk berdoa bagi orang Yahudi". Tapi kemudian Kotel melihat bendera israel dipasang di taksi dan bandara sehingga ia merasa diterima dan lebih nyaman berada di Manado.

Tentara Israel sedang berdiri menghadap Menorah di depan Knesset, Israel

Diduga, agama Yahudi dibawa oleh para pendatang Belanda yang beraagama Yahudi. Akan tetapi kebanyakan keturunannya enggan disebut Yahudi, dan lebih nyaman berganti agama menjadi Kristen.

Pemakaman Yahudi di Surabya. Bangunan ini sudah lama tak terurus

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post