Tragis! Koki ini Tewas Digigit Potongan Kepala Ular yang Sudah Mati. Kok Bisa?

Yuk Share di Facebook
Kepala ular kobra yang sudah dipotong masih berbisa

Nahas sekali nasib koki asal China ini. Saat akan memasak ular, tak disangka kepala ular yang sudah putus dari tubuhnya itu malah menggigitnya hingga nyawanyapun melayang. Bagaimana ini bisa terjadi?


Begini umumnya cara memenggal kepala ular

Baru-baru ini santer diberitakan tentang seorang koki asal tiongkok yang meninggal karena gigitan seekor ular kobra yang telah dipenggalnya 20 menit sebelumnya. Ular itu rencananya akan dibuat sup yang merupakan makanan khas kawasan tersebut, dan merupakan salah satu makanan favorit makanan kelas atas.

Tong Fan, koki asal kota foshan provinsi guangdong china itu tewas ketika hendaka memasak seekor ular kobra indochina. Dikabarkan media, ia meninggal setelah digigit oleh ular tersebut ketika hendak membuangnya ke tempat sampah.

Menrut pakar ular tiongkok Yang Hong-chang, yang telah mempelajari ular kobra selama 40 tahun, mengatakan reptil masih bisa dinyatakan hidup hingga satu jam sejak kehilangan sebagian atau seluruh bagian tubuhnya.

tidak hanya hewan invertebrata, sejumlah hewan ethotermic (berdarah dingin) vertebrata atau hewan bertulang belakang -- termasuk sejumlah spesies reptil dan amfibi -- juga memiliki kemampuan serupa. 

"Sangat mungkin kepala ular itu masih hidup dan menggigit tangan koki Peng Fan. Saat ular itu kehilangan kepalanya, secara fungsi tubuh ular itu sudah mati, namun masih ada sedikit gerak reflek dari bagian tubuh itu, Artinya, ular masih bisa menggigit dan menyuntikkan bisanya bahkan di saat kepala dan badan terpisah," ujar Yang.



sampai 1 jam setelah dibunuh, saraf-saraf ular masih aktif


Ternyata chef Tong fan bukan lah orang pertama yang mengalami kejadian ini, sebelumnya pada Januari 2014, seorang pria australia diserang ular hitam berperut merah 45 menit setelah ia memenggalnya menjadi dua menggunakan pacul, Untungnya, pria itu masih selamat, meski harus dirawat 2 hari di ruang perawatan intensif atau ICU.

Dan jauh pada 2007 lalu, seorang pria asal Washington, Amerika Serikat memenggal ular dengan sekop sebelum membungkuk untuk membersihkan sisa-sisa. Tak disangka, kepala ular itu bangun dan menggigit tangannya. Korban juga masih beruntung tak kehilangan nyawa.

"Ular pada umumnya dikenal bisa mempertahankan refleks setelah kematian," kata Steven Beaupre, ahli biologi dari University of Arkansas *situs LiveScience

Menurutnya, koki itu kurang beruntung, karena refleks kobra dapat muncul beberapa jam setelah binatang tersebut mati, namun ia digigit hanya 20 menit setelah dipenggalnya.




"Hanya karena hewan tersebut telah dipenggal, bukan berarti syaraf-syarafnya sudah berhenti berfungsi," kata Beaupre. Gerakan post-mortem mengerikan itu, jelas sang ilmuwan, dipicu oleh ion-ion atau partikel bermuatan listrik yang masih ada di sel-sel syaraf ular, beberapa jam setelah kematiannya. Saat syaraf ular yang baru mati terstimulasi, saluran-saluran syaraf akan terbuka -- memungkinkan ion melewatinya. Hal tersebut menciptakan impuls listrik yang memungkinkan otot untuk melakukan tindakan refleksif, seperti menggigit.

Menurut Beaupre, gigitan dan refleks injeksi racun melalui gigitan (envenomation), dipicu oleh beberapa jenis informasi yang masuk ke dalam rongga mulut, jadi, untuk kasus di tiongkok, menurutnya si ular tidak langsung menggigit si koki begitu saja, "Dugaanku, korban memasukkan tangannya ke mulut ular setelah ia memenggalnya. Ia mungkin meletakkan jari atau sesuatu di sana yang memicu respons." tuturnya [AHS/TTW]

lihat ular mati? berhati-hatilah sebelum mendekat

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post