Hiii... Dulu Wanita China Memakai Sepatu Mini Ini. Kenapa Ya?

Yuk Share di Facebook
Tradisi Three Inch Golden Lotus

Bayangkan telapak kaki anda bisa menjadi seperti di gambar tersebut? Telapak kaki tersebut terbentuk karena penggunanya menggunakan sepatu tradisional di China. Dahulu kala ada tradisi mengikat kaki di China. Dimana kaki perempuan-perempuan jaman dahulu kebanyakan diikat karena menurut orang jaman dulu kaki kecil itu sangat indah (Three Inch Golden Lotus).



Footbinding atau pengikatan kaki adalah suatu tradisi yang dijalankan oleh wanita-wanita China pada zaman dulu dengan cara mengikat erat kaki seorang wanita hingga berukuran 3 inci atau kurang lebih 7 cm. Dalam bahasa China, pengikatan kaki disebut Chanzu, tetapi karena bentuknya yang menyerupai bunga lotus yang belum mekar, masyarakat China lebih mengenalnya dengan sebutan Jinlian yang berarti Bunga Lotus Emas

Tradisi ini mulai digunakan dari zaman dinasti Tang (608 Masehi) Sepatu tradisional china memiliki ukuran yang sangat tidak wajar. Hal ini merupakan bagian dari budaya masyarakat China dan hanya dipakai oleh para gadis di sana. 

Saat sang gadis masih cilik sekitar berusia 3-6 tahun, ibunya sudah mulai memasangkan sepatu tersebut dan terus menerus dipakai hingga ia dewasa. Alhasil, banyak bentuk kaki gadis Cina yang menjadi aneh dengan jari-jari yang terlipat ke bawah telapak kaki karena sepatu yang super kecil tersebut. Bahkan untuk berdiri pun, gadis tersebut akan sangat kesulitan. Semua ini hanyalah sebuah tradisi perkawinan yang dipercayai masyarakat China tradisional.



Kaki Wanita "Lotus" mengalami deformasi

Konon, tradisi lotus bermula 1000 tahun yang lalu pada saat seorang kaisar dinasti Tang jatuh cinta pada penari yang menggunakan sepatu berukuran kecil. Berita tersebut beredar dan memuat masyarakat luas terobsesi untuk meniru penari tersebut.

Sejak itu, kalangan menengah keatas menganggap kaki mungil sebagai lambang kecantikan jasmaniah. Kalangan kelas bawah juga melakukan tradisi ini, karena dianggap mampu menaikkan kelas sosial mereka di masyarakat dan berharap seorang pria kaya raya akan menikahi mereka.

Akhirnya budaya itu menjadi tradisi bagi para perempuan disana untuk menggunakan sepatu yang berukuran sangat kecil itu sampai akhirnya mulai dilarang saat revolusi Sun Yat Sen 1911. (Sekar/TTW)

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post