United States of Indonesia. Indahnya Indonesia Tahun 1950-an dalam Jepretan Fotografer Perancis

Yuk Share di Facebook

Seorang fotografer jurnalis asal Perancis, Henri Cartier - Bresson tampaknya sungguh jatuh hati pada Indonesia. Tak hanya mengagumi kecantikan eksotis gadis jawa yang diabadikannya dalam cover foto majalah LIFE tahun 1950 di atas, ia juga berkeliling Indonesia antara Oktober-Desember 1949 dan merekam potret masyarakat Indonesia yang baru merdeka saat itu.






Salah satu seri foto Henri Cartier - Bresson dimuat dalam majalah LIFE tahun 1950. Sebetulnya itu bukan kali pertama Indonesia dimuat dalam majalah tersebut, sekurangnya 3 edisi majalah LIFE pernah memuat tentang Indonesia yakni  edisi 7 Desember 1936 yang memuat tentang Pakubuwono X, Raja Surakarta, edisi 25 Januari 1937 saat Gusti Nurul, Putri Mangkunegoro VII Surakarta menarikan tari serimpi di Belanda saat pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard serta edisi tahun 1946 saat terjadi Revolusi besar-besaran di Jawa melawan Belanda.

Berikut beberapa foto indah karya Henri Cartier - Bresson yang dimuat dalam majalah tersebut


Soekarno, Fatmawati, dan dua anak mereka

Saat itu Indonesia baru saja merdeka. Sosok sentral yang menarik perhatian saat itu tentulah Sang Presiden Soekarno. Usianya sekitar 49 tahun saat foto ini diambil.

Prajurit Keraton Jogjakarta


Di dalam artikel inilah Indonesia disebut sebagai "Untaian zamrud di khatulistiwa". Walau pemiliknya kini berganti tapi pesonanya takkan berubah. Dalam foto ini seorang prajurit Keraton Jogjakarta membawa tombak di belkang mobil milik sultan Jogjakarta. Foto-foto pemerintah belanda pun diturunkan.



The United States of Indonesia


Majalah ini menyebut Indonesia sebagai the United States of Indonesia. Ini karena saat kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Indonesia disebut sebagai negara federasi seperti halnya United States of America. Juga digambarkan betapa beragamnya kehidupan di Indonesia, yakni kota di atas air dan rumah rumah panggung

Irian Jaya atau Papua belum Menjadi Bagian Indonesia


Di tahun 1949, Papua atau dulu dikenal sebagai Irian Jaya (konon, asal kata Irian adalah Ikut Republik Indonesia Anti Netherland) belum jadi wilayah Indonesia. Itulah mengapa batas wilayah Indonesia belum termasuk Papua di peta tersebut.


Rumah gadang, masjid di Sumatera, dan Candi Borobudur juga diabadikan dalam majalah ini. Tentang desain rumah gadang juga terdapat cerita sendiri. Disebutkan bahwa menurut cerita rakyat Sumatera pada abad 16, seorang pangeran Sumatera melawan musuh dari Jawa, Sang Pangeran lebih memilih untuk tanding banteng, kemudian menang, alhasil rumah rumah dibentuk meruncing untuk memperingati peristiwa tanding banteng tersebut.


Tarian di Bali dan Tarian di Jawa

Keragaman tarian juga tak luput dari perhatian Henri Cartier - Bresson. Bila dibandingkan, tarian di Bali misalnya tampak lebih dinamis dan ekspresif, sementara tarian di daerah Jawa lebih lembut dan formal. Foto kiri atas dan bawah, tarian di Bali saat sang penari terhiopnotis untuk bertarung dengan roh jahat. Foto kanan, Putri Istana Surakarta menarikan tari Serimpi, sebuah mahakarya seni.


Tari Ramayana dan Tarian Surakarta


Foto atas, penari Bali menarikan tarian yang diambil dari kisah Ramayana, banyak dari tarian Indonesia yang diambil dari kisah Hindu tersebut. Foto kiri bawah, Tarian Istana untuk Sang Susuhunan Surakarta yang masih muda, tema tariannya “menciptakan kesejahteraan”. Foto kanan bawah, seorang kerabat Susuhunan Surakarta menarikan tarian dengan berperan sebagai raja jahat diambil dari kisah Mahabarata.



Foto atas, jalan setapak menuju Rembang. Para petani membawa hasil pertanian dan berpapasan dengan para wanita berpayung bambu. Foto kanan bawah, perahu nelayan di rembang yang diberi warna-warna yang tak lain merupakan wujud seni masyarakat Jawa.



Ranah Payung dan Mangga
Wanita-wanita Semarang di zaman itu senang memakai kebaya rapi, saung batik yang indah, lengkap dengan selendang. Dengan tanpa beralas kaki mereka berjalan jalan dengan santainya. Semua orang berjalan kaki sebagai moda transportasi utama. Di Bagian bawah adalah pasa buah, termasuk manisan yang hingga kini terus dibuat sebagai cara mengawetkan buah. Satu lagi momen yang menyenangkan adalah saat panen padi, seperti diabadikan di gambar kanan bawah.


Bandung. Bali
Foto di atas adalah perkebunan teh dan kina di Bandung. Teh pertama kai diperkenalkan tahun 1832 oleh Belanda. Saat itu Indonesia pernah menghasilkan 18% total teh dunia hingga datangnya masa perang. Saat perang hasil teh menurun menjadi 4,5%.

Foto kiri bawah menunjukkan aktivitas para wanita dan anak anak yang tengah mencuci di sungai di tepi jalan. Saat itu masyarakat memang biasa mencuci dan membersihan diri di sungai, sementara untuk keperluan minum dan makan menggunakan air sumur.

Foto bawah diambil di Bali. Para wanita dengan gagahnya membawa pot pot untuk dijual di Klungkungm ibukota tua di Bali.

Persawahan di Pendang dan Para Pembangun Candi

Aktivitas persawahan juga telah hidup sejak jaman dulu, gambar atas menunjukkan aktivitas persawahan di kota Pendang (mungkin maksudnya Padang). Sementara di bagian bawah, para pekerja tengah membawa bahan untuk membangun candi. Gambar kanan bawah enunjukkan tempat pemandian warga yagn berupa sungai yang mengalir di sebelah jalanan padat.




Seorang Pangeran yang berasal dari kasta berkuasa meninjau ke dalam Istana Yogyakarta dimana para negarawan sedang bekerja membuat undang-undang.





























Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post