Ini Dia Kritik-kritik Pedas Ruhut kepada Jokowi Hingga Sebulan yang Lalu

Yuk Share di Facebook
Ruhut Sitompul tetap kader Demokrat
Mengaku bergabung ke timses Jokowi karena dipinang, Ruhut Sitompul yang dulu kerap mengkritik pedas Jokowi berbalik arah karena menganggap Jokowi akan meneruskan kehebatan SBY. Apa saja kritik Ruhut Sitompul di masa lalu? akankah ia akan mengubah haluan lagi?


Jokowi Pening akan Janjinya Sendiri
"Dia kasih janji segalanya, termasuk enggak akan pakai vorijder, penyelesaian banjir, enggak ada penggusuran. Eh, enggak tahunya dia menang karena rakyat sudah terayu, jadi pening dia," kata Ruhut saat dihubungi Kompas, Senin (13/1/2014).

Ruhut Dukung Jokowi Benahi Jakarta Dulu
Ruhut menilai kinerja Jokowi belum terlihat hanya dalam satu tahun memerintah DKI, sehingga Ruhut mendukung keputusan Jokowi untuk tidak mengajukan diri menjadi Capres.

"Karena itu, enggak salah kalau Bu Mega dan PDI-P belum memutuskan Jokowi sebagai capres, itu sudah benar. Aku salut sama Jokowi yang enggak mau ngomongin soal capres, mendingan selesaikan jabatannya, beresin Jakarta," Kompas, Senin (13/1/2014)

Jokowi Hanya Meneruskan Program Foke
Ruhut juga pernah menilai bahwa Jokowi hanya meneruskan program Foke, "Bayangkan kalau dia dicalonkan sebagai presiden, apa enggak ketawa? Apa sih yang dibuat Jokowi selama ini? Semua masih konsep Foke. Tanah Abang konsep Foke. Yang ada, waktu zaman Foke, enggak semacet ini Jakarta. Dulu dia menang karena ada harapan, tidak ada gusuran. Nyatanya yang kena gusur ngamuk-ngamuk. Dia setahun di Jakarta, kalau dibikin pilkada lagi, pasti kalah," kata Ruhut di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, Kompas (9/9/2013).

Jokowi seperti Sapi dicocok Hidung
Saat akhirnya Jokowi mengajukan diri menjadi Capres, Ruhut bahkan menyebut Jokowi sebagai sapi yang dicocok hidungnya (mengikuti apa saja yang disuruh penggembalanya), "Apa yang dikatakan orang, Jokowi menari di atas gendang Megawati terlihat terang-benderang. Kelihatannya Jokowi ini seperti sapi yang ditusuk hidungnya," ujar Ruhut kepada detik.com di posko pemenangan bakal capres dari Partai Demokrat, Pramono Edhie, di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014) silam





Jokowi Kelemar Kelemer
Ruhut juga pernah mengkritisi gaya Jokowi yang dianggapnya kelemar kelemer (lemah gemulai) sehingga tak pantas jadi Capres, "Lagi pula Jokowi orangnya klemar-klemer, kok mau nyapres?" katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Maret 2014.

Bila Jokowi Menang, Indonesia Tunggu Kehancuran
Senada dengan pernyataan yang pernah dibuat Jusuf Kalla, Ruhut pernah mengatakan bahwa jika Jokowi menang, Indonesia tinggal tunggu kehancuran. "Emangnya dia bisa menang?" ujar Ruhut di tengah tawanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 14 Maret 2014. Meskipun populer, Ruhut menilai Jokowi tak becus bekerja. "Mengurus Jakarta saja berantakan, ini mau maju jadi capres, mau dibawa ke mana Indonesia?" Dia menambahkan, "Apabila Jokowi sampai menang, Indonesia tinggal menunggu kehancuran."

Jokowi hanya Menjual Wajah Lugu
Ruhut pernah  menganggap Jokowi sengaja menjual wajah lugunya untuk mendulang simpati dan akhirnya menipu. "Dia enggak layak maju capres. Cuma modal wajah lugu," kata Ruhut saat dihubungi Tempo, Sabtu, 15 Maret 2014. Menurut Ruhut, selama dua tahun menjadi gubernur, Jokowi belum berhasil memenuhi janjinya kepada warga DKI Jakarta. Jokowi, kata Ruhut, juga telah menipu rakyat Jakarta dengan janji kosong. "Dulu waktu maju, rakyat berpikir, 'si lugu ini boleh juga jadi gubernur, suka blusukan sana-sini'. Tapi sekarang lihat, dong, ditipunya semua rakyat."

Jokowi Belum Layak jadi Presiden, Hanya Pencitraan

\Ruhut menilai Jokowi belum layak menjadi presiden karena belum cukup cakap menjadi presiden dan hanya bermodal pencitraan. Penilaian Ruhut ini menanggapi berbagai hasil lembaga survei yang menyebutkan Jokowi sebagai calon presiden potensial. "Pedagang mebel mau jadi calon presiden, belum levelnya. Memang mudah jadi presiden? Aku tidak mau bodohi rakyat, aku mau cerdaskan rakyat," ujarnya pada Tempo, Ahad, 19 Mei 2014. "Aku tidak dukung. Aku mau pimpinan negara punya track record cerdas, bersih. Jangan pilih orang karena pencitraan."

Luar biasa pedasnya kritik Ruhut Sitompul, betulkah ia betul-betul berbalik? kita tunggu saja. Salam damai dan Enjoy Pemilu 2014 [TTW]

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post