Belajar dari Nenek Tua yang Bahagia

Yuk Share di Facebook

Kisah seorang perawat panti jompo

Hari itu Saya bertemu dengan seorang wanita tua. Usianya sudah 92 tahun, suaminya yang sangat ia cintai sudah lebih dahulu wafat. Apa yang ia ceritakan membuat Saya yang jauh lebih muda bersemangat meresapi hidup

Wanita itu tersenyum bangga, gestur tubuhnya mengesankan kepercayadirian. Ia sudah berpakaian rapi sejak pukul 8 pagi. Rambut ia sisir rapi, make upnya pun cantik. Hari itu ia pindah ke rumah jompo karena suaminya yang sudah menikah dengannya selam 70 tahun telah wafat, sebagaimana budaya Eropa, anak-anaknya tidak merawat wanita cantik itu, ia sendirian.

Wanita itu menunggu dengan sabar selama beberapa jam. Senyumnya langsung merekah ketika dia dipanggil dan diberitahu bahwa ruangannya sudah siap. Sambil menemaninya di lift, Saya menceritakan gambaran ruangan mungilnya nanti, termasuk hiasan gordyn cantik yang saya pasangkan untuknya. Ia pun spontan berkomentar dengan riang bagai anak umur 8 tahun mendapatkan hadiah kesukaannya " Aku suka sekali!" , katanya.

"Bu, Ibu kan belum lihat ruangannya..tunggu sampai ibu lihat ya.." kataku, khawatir dia nanti kecewa sebagaimana kebanyakan calon penghuni lainnya.

"Ah, itu tidak ada hubungannya..." Jawabnya. Ia melanjutkan, "Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang kamu putuskan sebelum kamu melakukan sesuatu. Suka atau tidaknya saya terhadap ruangan saya nanti tidak bergantung pada bagaimana ruangan itu ditata, tapi bagaimana saya menata hati saya. Saya menetapkan hati untuk menyukainya"




Ia melanjutkan lagi, "Setiap pagi saat bangun tidur, saya memilih untuk bahagia. Saya punya dua pilihan begitu saya bangun : mengeluhkan sulitnya hidup dengan bagian bagian tubuh saya yang sudah tidak berfungsi lagi , atau bangun dengan riang sambil mensyukuri bagian tubuh saya yang lain yang masih berfungsi dengan baik. Setiap hari adalah hadiah, dan selama mata saya masih terbuka saya akan menyambut tiap hari baru dan semua kenangan-kenangan menyenangkan yang akan ada bersamanya. Saya akan menyimpannya"

"Umur yang semakin tua itu seperti tabungan di bank, kamu hanya bisa mengambil apa yang kamu simpan.
, ini nasihat saya untukmu, simpan sebanyak banyaknya kenangan bahagia dalam rekening umurmu. Ohya, terima kasih ya kamu sudah mengisi rekening umurku, saya masih terus menabung"

Lalu dengan tersenyum, ia berkata : "Ingatlah 5 aturan sederhana ini agar bahagia :

1. Bebaskan hatimu dari rasa iri
2. Lepaskan jiwamu dari rasa khawatir
3. Hiduplah dengan sederhana
4. Lebih banyaklah memberi
5. Lebih sedikilah menuntut orang lain"

Sayapun berterima kasih atas ceritanya, dan sejak saat itu saya ikut memilih untuk bahagia di tiap hari yang akan saya lalui..

sumber : 2day FM

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post