Inspirasi Keteladanan dan Kedermawanan Hidup dari Mbah Asrori. Saya Menangis Baca Kisahnya..

Yuk Share di Facebook

Mbak Asrori adalah seorang kakek yang di usia senjanya hidup dengan sangat bersahaja dan sederhana. Apa yang dilakukannya setiap hari Jum'at menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita tentang makna semangat berbagi. Kisah ini disampaikan oleh Fajar Ali Imron Rasyidi dalam statusnya di Facebook pada hari Jum'at 28 Februari 2014 hingga tanggal 28 Maret 2014 kisah Mbah Asrori inipun dimuat di acara Hitam Putih Trans7.


Berikut Adalah Petikan Status Facebook Tersebut:

"Mbah Asrori tetanggaku yg energik, usia 91 thn masih sehat & kuat bersepeda kemana2 tiap hari, seperti biasa setiap hari jum'at beliau selalu membagikan nasi bungkus beruapa nasi kuning komplit dgn lauk pauk yg lezat kepada tukang becak, pemulung, atau siapapun yg membutuhkan makan hari jum'at itu min 70 bungkus. 

Setiap bln beliau menyisihkan min 400rb utk sedekah setiap jum'at itu walaupun saya tau penghasilan beliau tidak menentu. Dan tidak lupa kemana2 beliau selalu bawa radio kecil dgn selalu setel channel radio masjid agung semarang. Benar sabda rasulullah barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjang umurnya dgn barokah rejeki tiada disangka2. 

Alhamdulillah 5 tahun lalu beliau telah melaksanakan haji, yg secara logika dgn penghasilannya tidak akan mampu menabung biaya haji, namun Allah mampukan beliau.. SubhanaAllah"



Siapa Mbah Asrori dan Apa Saja Kegiatan Kesehariannya? 

Mbah Asrori Adalah Seorang Kakek Berumur 100 Tahun Yang Juga Seorang Guru Ngaji di masjid
Mbah Asrori Adalah Seorang Kakek Berumur 91 Tahun Yang Juga Seorang Guru Ngaji yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah
Mbah Asrori Selalu Membeli Minimal 70 Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat di Rumah Tetangganya Yang berjualan Nasi kuning bungkus
Mbah Asrori Selalu Membeli Minimal 150 Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat di Rumah Tetangganya Yang berjualan Nasi kuning bungkus. Tetangga tersebut adalah seorang janda yang ia pikir layak untuk dibantu dengan membeli nasi bungkus tersebut..
Dia Membawa Nasi Bungkus Tersebut dengan membopong Sepeda Tuanya..
Dia Membawa Nasi Bungkus Tersebut dengan membopong Sepeda Tuanya..
Dia Membagikan Nasi Bungkus Tersebut ke Orag-Orang Yang Membutuhkan.. Seperti Pemulung..
Dia Membagikan Nasi Bungkus Tersebut ke Orang-Orang Yang Membutuhkan.. Seperti Pemulung, Tukang Becak, Gelandangan, dll..
Dan kepada siapa saja yang membutuhkan yang ia temui dalam perjalanan sedeqahnya...
Setiap harinya ia berprofesi sebagai guru ngaji dari rumah ke rumah
Setiap harinya ia berprofesi sebagai guru ngaji dari rumah ke rumah
Mbah Asrori memiliki tekad untuk selalu bersedekah setiap hari jumat dan ia lakukan dengan sangat konsisten
Mbah Asrori memiliki tekad untuk selalu bersedekah setiap hari jumat dan ia lakukan dengan sangat konsisten

Saat ini Mbah Asrori diberkahi kesehatan walau usianya sudah 91 tahun
Saat ini ia diberkahi kesehatan yang baik dan tidak pikun, walau usianya sudah 91 tahun
Tim Hitam Putih dari Trans7 mengajak ia ke sebuah restoran steak dan di usia yang sudah 91 tahun ia masih bisa memakan steak daging sapi .. :D
Tim Hitam Putih dari Trans7 mengajak ia ke sebuah restoran steak dan di usia yang sudah 91 tahun ia masih bisa memakan steak daging sapi .. Luarrr Biasa.. :D

Beliau memiliki penghasilan tak menentu, namun sungguh menyentuh apa yang Mbah Asrori lakukan dengan selalu menyisihkan uang 200 ribu setiap hari Jum'at untuk disedekahkan dalam bentuk nasi bungkus kepada orang-orang yang membutuhkan dari hasil ia mengajar ngaji dari rumah ke rumah. 5 tahun lalu ia sudah bisa menunaikan ibadah haji.

Mari kita berkaca diri apa yang kita punya dan apa yang sudah kita lakukan? Mari belajar dari keteladanan hidup Mbah Asrori yang walaupun hidup sebatang kara masih tetap memiliki semangat berbagi terhadap sesama.

Berikut ini adalah video wawancara menarik dari acara TV Hitam Putih tentang Mbah Asrori

Suka kisah ini? Jangan lupa share ke teman-teman di Facebook

Share this post

Post a comment

  1. Subhanallah, sungguh luarbiasa, saya yang berfikir lebih lapang dari mbah ansori pun tidak sanggup melakukan hal itu bersedekah iklas, semoga saya ditularkan keiklasan mbak ansori, amin

    ReplyDelete
  2. Subhanalloh..manusia langka. Patut dicontoh keteladanan beliau.

    ReplyDelete
  3. Bismillah, Mari kita mulai dari sekarang menjadi baik dan lebih baik lagi dari kita yang dulu. Ya allah, jadikan kami para hambamu ini mampu mengikuti jejak-jejak yang baik dan bimbing kami selalu di jalanmu. Amin.

    Kemasan Makanan

    ReplyDelete

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post