Kisah Sedih Banjir Jakarta

anak anak balita di pengungsian

Sebagian warga Jakarta harus menghadapi Banjir. Ada yang tetap bertahan di rumah, ada yang harus pindah dan hidup di pengungsian, ada pula yang harus menghadapi maut. Perjuangan warga dalam foto-foto ini sungguh menggerakkan hati...




Banjir Jakarta melumpuhkan jalan tersibuknya. Kesibukan harus berhenti. 


Bapak ini hanya bisa melihat mobilnya terendam. Mobil-mobil ini tentu berharga puluhan juta, tapi sebagian rusak sehingga tak bisa digunakan lagi.



Membawa apa yang bisa dibawa, mau tidak mau rumah harus ditinggalkan dan berpindah ke pengungsian



Bayi kecil ini juga harus menghadapi cuaca yang dingin ditambah genangan banjir. Bayi tentu rentan sakit, tapi semoga adik ini sehat sehat..


Wanita dan anak-anak harus tidur bersama di satu ruangan. Beralas tikar dan kasur tipis. Tak ayal penyakitpun mudah menular dalam kondisi ini. Tapi semoga mereka semua diberiNya kesehatan...


Marinir TNI harus menurunkan kendaraan antibanjirnya untuk menolong warganya dan menyalurkan bantuan




Bagai di negeri yang kelaparan. Warga juga harus berebut untuk mendapat bantuan


Antrian ibu ibu dan anak anak yang menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan pangan, selimut, maupun obat obatan. 





Seorang ayah menggendong anak perempuannya yang tampak sangat lelah. Semoga Adik ini selalu sehat...


Mengurus anak balita kadang terasa merepotkan ya. Maka doakanlah ibu ini yang harus mengasuh tiga balita di pengungsian, salah satunya bayi.




Selalu ada kesempatan. Bapak pemulung ini membantu mengurangi sampah sekaligus mengais rezeki dari sampah yang tersangkut di kali Ciliwung


Masih menjemput rezeki. Bapak ini masih menunggu rezekinya, warungnyapun ia manfaatkan untuk tidur walaupun dinginnya banjir sungguh menggigit




Seorang ibu berusaha berkomunikasi dengan sanak keluarganya sambil menaiki rakit kreatif buatan warga 



Seorang petugas penyelamat baru keluar dari ruang bawah tanah sebuah gedung di Jakarta, memastikan tak ada pekerja yang terjebak banjir




Banjir juga menelan korban jiwa, Personel Kopaska membawa korban banjir atas nama Herdianto Eko Heri yang ditemukan dalam keadaan tewas di basement Plasa UOB Jln Thamrin, Jakarta.

32 korban dikabarkan tewas dalam Banjir Jakarta ini , ada yang karena kedinginan, terjebak, hanyut, dan yang paling banyak adalah tersengat listrik.



Besar dan gelapnya awan mendung yang menaungi Jakarta. Harap-harap cemas mengiringi agar hujan besar tak terjadi lagi. Berdoa agar cuaca kembali normal, dan semua warga yang menjadi korban bencana di seluruh pelosok negeri kita selamat dan kembali bisa melanjutkan hidup.

sumber : huffingtonpost.com, republika.co.id, antaranews.com




Share this post

Post a comment

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post